Meskipun Menderita Stroke, Kini Ia Sudah Tidak Minum Obat Kimia Lagi

 

Meskipun Menderita Stroke, Kini Ia Sudah Tidak Minum Obat Kimia Lagi

Kondisi sebelum Minum Madu Bima 99

Karena memiliki riwayat keturunan penderita hipertensi, di usianya yang sudah menginjak kepala lima Erwin Managhuang ikut pula terserang penyakit yang juga disebut tekanan darah tinggi tersebut. “Dua tahun lalu saya kena stroke. Waktu itu, awalnya saya pusing-pusing dan pandangan berkunang-kunang. Tiba-tiba, anggota-anggota tubuh saya yang bagian kanan tidak bisa lagi digerakkan,” ujar pria 55 tahun ini saat ditemui 23 Maret 2015 lalu di rumahnya. Maka, sejak saat itu, rutinlah ayah dua anak ini berobat ke dokter dan minum obat dokter. Sekali tenggak, obat yang diminumnya pun tak satu macam, tapi beberapa. Tak hanya itu. “Saya juga rajin berobat ke terapi akupunktur,” ucap lelaki yang bekerja sebagai penjahit pakaian ini.

Setelah Minum Madu Bima 99

Namun, sejak Januari 2015, karena istrinya rutin minum Madu Bima 99, Erwin pun ikut mengonsumsi madu pahit hitam tersebut secara rutin. “Saya rutin meminumnya di pagi hari sebelum minum teh dan sarapan,” kata penduduk Lingkungan I, Kelurahan Kombos Barat, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, ini. Selain itu, minum obat ia tinggalkan sama sekali. Dan hasilnya? “Semakin hari semakin turun tensi darah saya, dan kondisi badan semakin pulih,” jawabnya.

Madu Bima 99 Dapat Membantu Menangani Berbagai Keluhan Penyakit Tanpa Obat Kimia.

Ada sebuah buku berjudul Air. Di dalam buku terbitan Gramedia itu pengarangnya mengatakan bahwa pada dasarnya mengonsumsi obat itu adalah memberikan racun ke dalam tubuh kita. Pengarang berkebangsaan Amerika yang juga seorang dokter senior dan rajin melakukan penelitian itu mengatakan bahwa selama ini telah terjadi semacam “kesepakatan” terselubung antara pabrik-pabrik obat raksasa dan para dokter di seluruh dunia, sehingga seorang dokter kadang-kadang begitu “tega” memberikan obat yang ia tahu tak diperlukan, bahkan berbahaya, bagi pasiennya. Pendapat ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzyme. Dalam buku terbitan Mizan itu dokter asal Jepang yang tinggal di Amerika Serikat tersebut mengatakan, mengonsumsi obat berarti membunuh enzim-enzim yang sangat bermanfaat bagi perkembangan dan pemulihan kondisi tubuh. Karena itu, baik kedua pengarang buku itu maupun sejumlah pakar kesehatan modern saat ini bersepakat untuk menganjurkan kepada penderita penyakit untuk beralih ke terapi herbal plus mengatur pola makan dengan baik, meminum air dengan cukup, berolahraga dengan cukup, beristirahat dengan cukup, dan mengonsmsi suplemen makanan yang manfaatnya telah terbukti manjur. Contohnya, Madu Bima 99.

Saat ini beberapa merek madu pahit telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Untuk mendapatkannya.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi  @madubima99.online, www.belimadubima.com. 

Hubungi kami di 081288022379

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *